2.2.4. Rock
Forming Mineral
Mineral
pembentuk batuan adalah mineral-mineral yang menyusun suatu batuan dengan kata
lain batuan yang terdiri dari berbagai macam mineral. Ada juga terdapat batuan
yang hanya terdiri dari satu mineral saja, seperti Dunit yang hanya terdiri
dari satu mineral yaitu Olivine.
Dalam
proses pendinginan magma dimana magma itu tidak langsung semuanya membeku,
tetapi mengalami penurunan temperatur secara perlahan bahkan mungkin cepat.
Penurunan temperature ini disertai mulainya pembentukan dan pengendapan
mineral-mineral tertentu yang sesuai dengan temperaturnya. Pembentukan mineral
dalam magma karena penurunan temperatur telah disusun oleh Bowen (seri reaksi
Bowen).
Sebelah
kiri mewakili mineral-mineral mafik, yang pertama kali terbentuk dalam
temperatur sangat tinggi adalah Olivin. Akan tetapi jika magma tersebut jenuh
oleh SiO2 maka Piroksenlah yang terbentuk pertama kali. Olivin dan Piroksen
merupakan pasangan “Ingcongruent melting” dimana setelah pembentukan Olivin
akan bereaksi dengan larutan sisa membentuk Piroksen. Temperatur menurun terus
dan pembentukan mineral berjalan sesuai dengan temperaturnya. Mineral yang
terakhir terbentuk adalah Biotit.
Mineral
sebelah kanan diwakili oleh mineral kelompok Plagioklas (mineral felsik).
Anorthit adalah mineral yang pertama kali terbentuk pada suhu yang tinggi dan
banyak terdapat pada batuan beku basa seperti Gabro atau Basalt. Andesin
terbentuk pada suhu menengah dan terdapat pada batuan beku Diorit atau Andesit.
Sedangkan mineral yang terbentuk pada suhu rendah adalah Albit, mineral ini
tersebar pada batuan asam seperti Granit dan Riolit. Reaksi berubahnya
komposisi Plagioklas ini merupakan deret “Solid Solution” yang merupakan reaksi
kontinyu, artinya kristalisasi Plagioklas Ca (Anortit) sampai Plagioklas Na
(Albit) akan berjalan terus jika reaksi setimbang.
Mineral
sebelah kanan dan sebelah kiri bertemu pada mineral Potasium Feldspar
(Orthoklas), ke Muscovit dan terakhir Kwarsa, maka mineral kwarsa merupakan
mineral yang paling stabil diantara seluruh mineral mafik atau mineral felsik.
Sehingga
dengan memperhatikan reaksi Bowen, kita memperoleh berbagai kemungkinan
himpunan mineral utama didalam batuan beku diantaranya:
a. Kelompok
batuan Ultrabasa dan Basa, mineralnya antara lain:
1)
Olivin
2)
Olivin – Plagioklas
3)
Piroksen
4)
Olivine – Piroksen
5)
Olivin – Plagioklas - Piroksen
6)
Piroksen – Plagioklas
b.
Kelompok batuan Intermediet, mineralnya antara lain:
1)
Piroksen – Horblende - Plagioklas
2)
Hornblende – Plagioklas
3)
Hornblende – Plagioklas – Biotit – Kwarsa
c.
Kelompok batuan Asam, mineralnya antara lain:
1)
Hornblende – Plagioklas – Biotit – Orthoklas
2)
Hornblende – Plagioklas – Biotit – Muscovit
3)
Muscovit – Biotit – Orthoklas
Mineral
utama sebagai penyusun utama pembentuk batuan antara lain:
a. Kwarsa (Quartz)
Mineral
ini mempunyai susunan kimia dengan rumus SiO2 dan terhitung mineral yang banyak
sekali tersebar, warna asli tidak berwarna putih, tetapi karena adanya
pengotoran dari unsur lain sehingga berwarna lain, bentuk kristal prismatic
hexagonal, tidak mempunyai belahan, pecahannya: conchoidal, kekerasan: 7 (skala
mohs). Ciri yang khas dari mineral ini, terdapat garis-garis mendatar pada sisi
bidang kristalnya. Mempunyai warna tersendiri, sering berwarna jernih atau
putih suram. Pengisian dari berbagai zat didalamnya, memberikan warna yang
berbeda-beda, ada yang berwarna kekuning-kuningan, ungu (amnetis), coklat dan
lain-lain. Biasanya tidak mempunyai bentuk yang baik, karena merupakan mineral
yang menghablur terakhir dari magma, sehingga terpaksa harus mengisi
celah-celah dan rongga-rongga sisi yang terdapat diantara kristal-kristal dari
mineral yang telah terbentuk lebih dahulu.
b. Feldspar
Merupakan
golongan mineral yang paling umum dijumpai di dalam kulit bumi sebagai Silikat
dari Alumina dengan Kalium, Natrium, dan Kapur. Sistim Monoklin/Triklin
terlihat belahan dalam 2 arah. Kekerasan 6 Felspar dibagi atas 2 golongan,
yaitu:
1) Potash
Felspar (K Al Si3O8)
Terdiri
dari mineral ortoklas, mikrolin dan sanidin adularis. Warnanya putih, pucat
atau merah daging, abu-abu. Kilat seperti kaca (petreous). Bidang belahan baik,
tidak ada striasi (garis-garis paralel yang lembut). Ortoklas (KALSiO2),
sebagai sumber utama unsur K (Kalium) dalam tanah, umumnya berwarna abu-abu,
kemerahan, belahan dua arah, kekerasan 6, bersifat asam.
2)
Plagioklas Feldspar (Na, Ca)Al Si3O8
Warna
putih atau abu-abu berwarna lain, kilap pitreus. Bidang belahan baik kedua arah
ada sitriasi. Mudah dibedakan dari Ortoklas karena adanya kembaran yang dapat
dilihat dibawah loupe, lebih-lebih di bawah mikroskop. Sering berbentuk zona
dan berubah menjadi Serisit, Kaolinit atau Epidot. Plagioklas felspar terdiri
atas 6 macam mineral, yaitu:
a) Albit
b) Oligoklas
c) Andesin
d) Bitownit
e) Labradorit
f) Anorthit
Makin
ke bawah makin berkurang mengandung Na dan makin bertambah akan mengandung Ca.
Albit, Andesin disebut Plagioklas asam atau Na Plagioklas. Anortit, Bitonit
disebut Plagioklas basa atau Calcic Plagioklas. Plagioklas (Na, Ca) AlSi3O8
kenampakannya menyerupai Ortoklas, hanya warnya biasa putih abu-abu dan secara
optic Plagioklas mempunyai kembaran. Plagioklas terdiri dari mineral-mineral
Albit, Oligoklas, Andesine, Bitonit, Labradorit dan Anortit.
c. Feldspatoid
Merupakan
mineral pengganti Feldspar, karena terbentuk bila dalam suatu batuan tidak
cukup terdapat SiO2. Dalam batuan yang mengandung SiO2 bebas, mineral ini tidak
terbentuk, karena yang terbentuk adalah Felspar. Feldspatoid ini terdiri atas
beberapa mineral, antara lain: Leucit (K Al Si2O) sebagai pengganti orthoklas.
Warnanya putih agak jernih dan bentuknya aquant/bulat. Nephelin (Na Al Si2O6)
sebagai pengganti Plagioklas (Albit). Warna abu-abu. Bentuk berisi 6 atau
bulat. Sodalit warnanya putih, abu-abu atau kebiruan.
d. Mika
(Glimmer)
Ada
tiga macam, yaitu muscovit, biotit, dan phlogopit.
1). Muscovit, disebut juga mika putih. Rumus kimianya
K Al (OH)2 (Al Si3 O10). Mudah dikenal, karena sifatnya yang mudah
dibelah-belah dalam helaian-helaian yang sangat tipis, transparan dan
fleksibel, tidak berwarna, abu-abu, kehijauan atau coklat muda, kilap vitreum,
kekerasan 2-3.
2). Biotit disebut juga Mika hitam, dengan rumus
kimia K2 (Mg, Fe)2 (OH)2 AlSi3 O8. Mudah terbelah dalam satu arah dan biasanya
berbentuk segi enam, tidak transparan, fleksibel. Warna: hitam hingga coklat
tua, kilap vitrous, kekerasan 2,5 - 3.
3). Phlogopit
disebut juga mika coklat. Tidak banyak dijumpai.
e. Amfibol
Terutama
terdiri dari mineral Hornblende. Susunan Kimianya Ca2(MgFeA1)3(OH)2(SiA14O11)2.
Berbentuk prismatik, biasanya berisi kelipatan tiga, agak panjang dengan
belahan dua arah menyudut kira-kira 900. Merupakan kumpulan mineral-mineral
yang berbentuk prisma pendek berisi delapan. Warna : coklat tua hingga hitam.
Kekerasan 5 - 6. yang terpenting dari golongan ini adalah Hornblende.
f. Piroksen
Terutama
terdiri dari mineral Augit. Berbentuk prismatik pendek berisi kelipatan 4
dengan belahan 2 arah menyudut. Merupakan kumpulan dari mineral-mineral yang
berbentuk prisma pendek bersisi delapan. Striasi bersudut kira-kira 900.
Pyroxen adalah senyawa yang kompleks dari Calsium, Magnesium, Ferum, dan
Silikat. Warna coklat tua hingga hitam. Kekerasan 5 - 8. Mineral golongan ini
antara lain : Enstatit, Hypersten, Diopsid, dan yang paling banyak terdapat
ialah Augit dengan rumus kimia Ca (MgFe) (SiO3)2 (AlFe)2 O3.
g. Olivin
Biasanya
berwarna hijau terdiri dari (FeMg)2SiO4. Pada umumnya terdapat dalam batu
Basalt dan Gabro. Olivin membentuk kristal yang ideal, karena terbentuk
pertama-tama dari magma. Warna hijau atau kuning kecoklatan. Biasanya berbutir
halus dan granular. Pecahan concoidal (seperti kerang). Kekerasan 6,5 - 7.
h. Kalsit
Mineral
ini berwarna putih, sering ada pengotoran, mempunyai belahan 3 arah berbentuk
Rombuder, susunan kimianya CaCO3.
i. Grafit
Mineral
ini unsurnya Karbon (C) berwarna hitam,
lunak, umumnya pada batuan ubahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar